KINERJA ASUS X44H TERBARU 2012-2013
Selain seri Core i Sandy Bridge, Intel juga mempebaharui prosesor-prosesor lama mereka seperti seri Intel Pentium dan Intel Celeron. Tidak sedikit vendor yang tertarik untuk menanamkannya pada notebook mereka. Salah satunya adalah ASUS yang merilis seri X44H. Seperti apakah kemampuan prosesor “lama tapi baru” dari Intel pada notebook kelas mainstream ASUS ini?
Selain seri Core i Sandy Bridge, Intel juga mempebaharui prosesor-prosesor lama mereka seperti seri Intel Pentium dan Intel Celeron. Tidak sedikit vendor yang tertarik untuk menanamkannya pada notebook mereka. Salah satunya adalah ASUS yang merilis seri X44H. Seperti apakah kemampuan prosesor “lama tapi baru” dari Intel pada notebook kelas mainstream ASUS ini?

Seperti notebook konvensional lainnya, ASUS X44H
ini terlihat tebal dan besar. Tapi untungnya dengan bobot 2.44 kg, X44H
tidak terlalu berat untuk dibawa-bawa dalam tas backpack kami. Notebook
ini memiliki desain cover bercorak garis dengan warna hitam glossy yang
terlihat cukup bergaya.
Untuk kelas entry, notebook ini
menyuguhkan beragam pilihan konektivitas yang lengkap. Kami cukup senang
melihat adanya port HDMI yang dapat digunakan untuk mengirim gambar ke
TV HD, serta sebuah port USB 3.0.
Melihat ke bagian dalamnya, kami
tidak menemukan sesuatu yang unik semua terlihat biasa, apalagi saat
mellihat keyboardnya tidak bergaya chiclet. Walaupun bukan bergaya
chiclet, tidak begitu bermasalah dengan kualitas serta kenyamanan
keyboard tersebut. Ukuran dan letak touchpadnya pun terasa pas di
tangan. Touchpad tesrsebut juga cukup akurat dan responsif saat
digunakan.
Meski hanya kelas entry, ASUS
tidak lupa menanamkan fitur-fitur terbaru yang biasa kita temukan di
seri-seri notebook ASUS kelas menengah ke atas. Misalnya seperti IceCool
technology yang membuang panas jauh dari daerah palm rest sehingga
pengguna dapat berlama-lama mengetik dengan nyaman. Selain itu ada ASUS
Power4Gear yang mampu mengatur kinerja notebook agar bekerja lebih
senyap dan meningkatkan daya tahan baterainya.
Memasuki pengujian performa,
melihat kinerja prosesor Intel Celeron B815 ini cukup gesit. Bahkan
dikatakan, Celeron B815 berkecepatan 1,6GHz ini mampu mengungguli seri
Intel Core generasi pertama. Wajar saja, karena prosesor Celeron ini
telah dirombak menggunakan arsitektur Sandy Bridge dengan teknologi
32nm.
Semua aplikasi dasar relatif
baik saat dijalankan. Dan melihat spesifikasinya, tidak mengherankan
jika performanya kurang memuaskan saat beralih ke aplikasi grafis yang
berat. Namun, grafis Intel GMA serta RAM sebesar 2GB tidak
menghalanginya untuk dapat memutarkan film 1080p dengan lancar di layar
14 incinya, walau kualitas layarnya cukup standar. Speaker besutan Altec
Lansing yang bersemayam di dalamnya juga tidak mengundang decak kagum,
namun setidaknya tidak mengecewakan untuk notebook dengan harga Rp 3,5
jutaan.
Kesimpulan
Harga yang murah dengan performa
notebook rata-rata adalah daya tarik pertama dari ASUS X44H yang
menggunakan prosesor Intel Celeron B815 ini. Dengan harga yang cukup
terjangkau, Anda bisa mendapatkan notebook dengan performa memadai untuk
kebutuhan sehari-hari, serta dengan tampang yang tidak membuat minder
saat dibawa.
Kompetisi terdekat datang justru dari keluarga terbaru ASUS,
yakni seri X401 yang lebih tipis dan lebih murah berkat penggunaan
prosesor AMD C-60. Namun, bicara mengenai adu performa, kami yakin ASUS X44H
masih lebih unggul. Ini kembali kepada para pengguna – ingin notebook
murah dengan portabilitas tinggi atau performa yang memadai?
Kelebihan
- Harga sangat menarik, terutama jika dibandingkan dengan performanya
- Performa baik untuk aplikasi kantoran dan menjelajah Internet
Kekurangan
- Performa masih kurang untuk aplikasi grafis dan game yang berat
- Desain relatif besar dan berat

